Program Pompanisasi Digeber Demi Selamatkan Produksi Beras Nasional

2 weeks ago 15
ARTICLE AD BOX
winjudi situs winjudi online winjudi slot online winjudi online slot gacor online situs slot gacor online link slot gacor online demo slot gacor online rtp slot gacor online slot gacor online terkini situs slot gacor online terkini link slot gacor online terkini demo slot gacor online terkini rtp slot gacor online terkini Akun slot gacor online Akun situs slot gacor online Akun link slot gacor online Akun demo slot gacor online Akun rtp slot gacor online informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya winjudi

Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) meninjau langsung area persawahan di dua Kecamatan Kabupaten Indramayu yang mengalami kekeringan parah akibat gelombang panas global. Dua kecamatan itu antara lain, Kecamatan Kandanghaur seluas 381 hektare dan Kecamatan Losarang 1.163 hektare.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP Kementan), Andi Nuralamsyah mengatakan kedua wilayah tersebut sudah tidak memiliki potensi tanam untuk mendukung peningkatan produksi nasional.

"Kami cek sudah tidak ada potensi sumber air alternatif yang bisa dimanfaatkan untuk menyelamatkan tanam, maka satu-satunya upaya yang bisa kita lakukan adalah meminta bantuan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) untuk menambah debit yang digelontorkan ke wilayah tersebut," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (26/8/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai langkah cepat, pemerintah akan menggelar rapat koordinasi bersama berbagai pihak terkait yakni, Dirjen SDA Kementerian PUPR, BBWS, Jajaran TNI Polri dan Pemerintah Kabupaten Indramayu sebagai pihak yang mendampingi petani secara langsung.

"Kemarin sudah disepakati akan dilakukan Rakor pada hari Selasa dengan mengundang semua stakeholder yang mengelola irigasi di Wilayah ini," katanya.

Sebelumnya, Kementan bersama Pemerintah Kabupaten Subang juga terus melakukan pengairan melalui pompanisasi di sejumlah titik sentra padi Jawa Barat. Salah satunya pengairan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP Kementan) di Desa Jatiragas, Kecamatan Patokbeusi.

Di sana, pemerintah melakukan pemasangan pompa 6 inci sebanyak 2 unit untuk mengangkat air dari sungai setempat ke saluran sawah sekunder yang luasnya mencapai 133 hektare. Andi mengatakan selama ini wilayah tersebut merupakan wilayah penghasil padi tinggi dan dapat menyumbang kontribusi terhadap pangan nasional.

Namun, kata dia, saat ini kondisinya kering sehingga petani tak berdaya dan tak bisa bertanam. Oleh karena itu, pemerintah terus menggencarkan program pompanisasi yang digagas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

"Mitigasi yang telah dilaksanakan di Desa Jatiragas Hilir seluas 133 hektare. Kami langsung memasang pompa sebanyak 2 unit agar sawah kering bisa dilakukan produksi," jelasnya.


(prf/ega)

Read Entire Article