ARTICLE AD BOX
Jakarta -
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia telah memberikan banyak manfaat bagi pesertanya, termasuk mereka yang membutuhkan perawatan cuci darah. Cuci darah atau hemodialisis adalah prosedur penting bagi pasien dengan gagal ginjal, dan seringkali membutuhkan biaya yang signifikan.
Manfaat Program JKN tersebut dirasakan juga oleh Rahmawati, ibu rumah tangga yang sudah dua tahun menjalani hemodialisis. Wanita asal Kupang ini mengatakan bagaimana awal mula dirinya harus menjalani cuci darah rutin selama dua kali dalam seminggu.
"Saya komplikasi diabetes dan ginjal juga. Jadi awalnya saya dan suami belum berani untuk cuci darah, tetapi semakin lama kondisi badan saya semakin drop. Akhirnya saya memberanikan diri untuk cuci darah. Alhamdulillah jadi jauh lebih baik rasanya tiap kali habis cuci darah, bisa masak dan beraktivitas seperti biasa," kata Rahmawati dalam keterangan tertulis, Kamis (22/8/2024).
Pada mulanya, atas saran keluarganya, Rahmawati diminta menjalani pengobatan tradisional untuk menangani penyakit tersebut karena diyakini bisa sembuh. Pada bulan Oktober 2022, kondisi Rahmawati malah semakin memburuk. Setelah berkonsultasi dengan dokter dan keluarganya akhirnya Rahmawati memutuskan untuk menjalani pengobatan cuci darah meski terasa berat karena memikirkan biaya yang harus dibayarkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu diungkapkan olehnya saat sedang menjalani proses hemodialisis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya Lombok Tengah, awal Agustus 2024 ini.
"Dulu memang saya pernah berobat di pengobatan tradisional mengingat biaya cuci darah sangat mahal, sedangkan saya diharuskan menjalani cuci darah sebanyak dua kali seminggu. Biaya itu untuk sebulan besar sekali," tuturnya.
"Sebagai seorang ibu rumah tangga dan mengandalkan suami yang bekerja hanya sebagai wiraswasta, saya diberitahu bahwa Program JKN ini bisa digunakan untuk menjamin pengobatan apa saja sesuai prosedur dan indikasi medis. Saya merasa bersyukur, terharu dan lega sekali karena saya sangat terbantu dengan Program JKN ini," sambung Rahmawati.
Rahmawati mengakui Program JKN membuat dirinya dan seluruh pasien cuci darah mendapatkan harapan dan semangat untuk kembali produktif. Oleh karena itu, Rahmawati berterima kasih kepada peserta JKN yang selalu disiplin membayar iuran. Iuran dari peserta yang sehat membantu peserta yang sedang sakit dan membutuhkan biaya pelayanan kesehatan seperti dirinya.
"Saya sangat bersyukur karena pemerintah memperhatikan kesehatan masyarakat melalui Program JKN yang mulia ini. Bagi orang yang sudah merasakan manfaat dari program ini seperti saya, berharap program ini terus ada. Saya juga selalu memberitahu manfaat program ini kepada tetangga dan saudara yang belum terdaftar, betapa bagusnya Program JKN ini. Selain itu, akses pelayanan dari program ini sangat mudah, saya dilayani sangat baik saat cuci darah," ujar Rahmawati.
Dia menambahkan bahwa suasana ketika menjalani perawatan cuci darah di rumah sakit juga sangat bersahabat, karena dirinya dilayani dengan sangat ramah oleh seluruh petugas. Hal ini dikarenakan sudah adanya koordinasi yang baik antara BPJS Kesehatan Cabang Selong dengan pihak rumah sakit, sehingga pasien JKN tidak merasa tegang, melainkan justru terhibur oleh petugas yang sedang berjaga.
"Hampir setiap minggu saya ke rumah sakit dan bertemu petugasnya. Karena terlalu sering, sebagian besar perawat sudah saya kenal hingga seperti keluarga, jadi sering cerita-cerita saat sedang menunggu supaya tidak bosan. Saya mengucapkan terima kasih atas hadirnya Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan," ujar Rahmawati.
Rahmawati pun turut mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi peserta JKN. Selain dapat terlindungi dalam masalah kesehatan, dengan bergabungnya sebagai peserta JKN, Masyarakat Indonesia juga bisa membantu peserta lainnya dalam memenuhi biaya pelayanan kesehatan.
Selain merasa bersyukur dan terbantu dengan Program JKN, Rahmawati mewakili seluruh pasien menyampaikan salam terima kasihnya kepada para peserta JKN yang selalu rutin membayar iuran setiap bulannya. Selain itu terima kasih tak terhingga kepada Pemerintah dan BPJS Kesehatan yang sudah mengelola program ini dengan baik.
"Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah, petugas BPJS Kesehatan, pihak rumah sakit, dan kepada peserta JKN yang telah membayar iuran rutin setiap bulannya. Dengan mereka rutin membayar iuran telah membantu untuk membiayai pengobatan saya ini karena gaji saya sebagai PNS yang dipotong selama ini untuk membayar iuran pastinya tidak cukup untuk membiayai pengobatan saya selama ini," tutupnya.
(akd/akd)