ARTICLE AD BOX
Liputan6.com, Jakarta Tekanan darah merupakan salah satu indikator penting kesehatan tubuh. Normalnya, tekanan darah berada pada kisaran 120/80 mmHg, tetapi beberapa orang bisa memiliki tekanan darah di bawah batas normal. Kondisi ini dikenal dengan istilah hipotensi atau darah rendah, yaitu ketika tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHg. Meski sering dianggap sepele, darah rendah bisa memengaruhi fungsi organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal bila tidak ditangani dengan baik.
Menurut laman NHS UK, tidak semua orang dengan tekanan darah rendah akan mengalami gejala. Namun, jika gejala muncul, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan berisiko menyebabkan pingsan. Sementara itu, British Heart Foundation (BHF) menyebut bahwa darah rendah sering kali dipengaruhi oleh faktor usia, kehamilan, dehidrasi, hingga penyakit tertentu.
Tekanan darah rendah bisa memengaruhi pasokan oksigen dan nutrisi ke organ-organ vital, sehingga menimbulkan berbagai gejala. Tidak semua orang akan merasakan hal yang sama Karena itu, penting bagi kita untuk memahami apa saja tanda-tanda darah rendah, bagaimana langkah penanganannya, serta cara mencegah kondisi ini agar kesehatan tubuh tetap terjaga. Berikut Ulasan Liputan6.com, Sabtu (30/8/2025).
1. Pusing dan Kepala Berkunang-Kunang
Pusing adalah gejala paling umum yang dirasakan oleh penderita hipotensi. Kondisi ini terjadi karena otak tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup. Gejala biasanya muncul saat seseorang berdiri terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring (postural hypotension). Menurut NHS UK, hal ini dapat membuat penderita merasa kehilangan keseimbangan hingga hampir jatuh. Jika terjadi berulang kali, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan.
2. Pandangan Kabur atau Berkunang-Kunang
Pandangan yang tiba-tiba kabur sering muncul ketika aliran darah ke mata dan otak berkurang. Puskesmas Kediri menjelaskan bahwa gejala ini biasanya terjadi saat berpindah posisi, misalnya setelah duduk lama lalu berdiri. Pandangan kabur bisa mengganggu aktivitas, terutama jika terjadi saat berkendara atau bekerja. Dalam beberapa kasus, pandangan bisa terasa seperti ada “bayangan gelap” yang menutupi sebagian penglihatan.
3. Lemas dan Mudah Lelah
Rasa lelah yang berlebihan meski tidak melakukan aktivitas berat adalah tanda lain dari darah rendah. BHF menyebutkan bahwa kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan energi akibat tidak optimalnya suplai oksigen ke otot dan organ tubuh. Penderita darah rendah sering mengeluhkan cepat letih meski hanya berjalan singkat atau melakukan pekerjaan ringan.
4. Mual dan Tidak Nyaman pada Perut
Mual sering kali muncul bersamaan dengan pusing atau lemas. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke organ pencernaan sehingga proses metabolisme tidak berjalan normal. Menurut Puskesmas Kediri, pada kondisi parah penderita bahkan bisa merasa terlalu lemah untuk menopang tubuh, sehingga rasa mual diikuti dengan keringat dingin.
5. Wajah Pucat dan Tubuh Terasa Dingin
Salah satu ciri fisik yang cukup mudah dikenali adalah perubahan warna kulit wajah yang menjadi pucat. Tangan dan kaki juga terasa dingin karena sirkulasi darah yang tidak lancar. Puskesmas Kediri menambahkan bahwa bibir penderita dapat tampak kebiruan, disertai denyut nadi yang lemah atau tidak stabil. Kondisi ini sering disertai keringat berlebihan yang muncul meskipun tidak sedang beraktivitas fisik berat.
6. Sakit Kepala
Ketika otak kekurangan oksigen akibat rendahnya tekanan darah, penderita dapat mengalami sakit kepala yang muncul mendadak. Gejala ini sering dikira hanya karena kelelahan biasa, padahal bisa menjadi tanda darah rendah. Dalam kondisi tertentu, sakit kepala yang parah dapat diikuti dengan rasa ingin pingsan.
7. Pingsan (Sinkop)
Pingsan adalah tanda yang menunjukkan darah rendah dalam kondisi serius. Menurut NHS UK, pingsan terjadi ketika otak kehilangan suplai darah dalam waktu singkat. Meskipun biasanya penderita bisa sadar kembali dalam beberapa menit, pingsan dapat berbahaya bila terjadi saat sedang berkendara, menaiki tangga, atau berada di tempat ramai.
8. Kebingungan atau Sulit Konsentrasi
Selain gejala fisik, darah rendah juga bisa memengaruhi fungsi kognitif. NHS UK mencatat bahwa penderita dapat merasa linglung, sulit berkonsentrasi, atau kehilangan fokus. Kondisi ini biasanya muncul ketika otak tidak mendapat suplai oksigen yang cukup secara berkelanjutan. Pada orang lanjut usia, gejala ini bisa lebih berisiko karena berhubungan dengan penurunan fungsi otak.
Langkah Penanganan Jika Mengalami Darah Rendah
Jika mengalami tanda-tanda darah rendah, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk meredakan gejala:
1. Bangun Secara Perlahan
Menurut NHS UK, perubahan posisi mendadak dapat memperburuk gejala hipotensi. Oleh karena itu, bangunlah secara perlahan dari posisi duduk atau berbaring.
2. Perbanyak Minum Air Putih
Dehidrasi merupakan salah satu penyebab utama darah rendah. Menurut BHF, meningkatkan asupan cairan dapat membantu menjaga volume darah tetap stabil.
4. Makan dalam Porsi Kecil tapi Sering
NHS UK menyarankan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun lebih sering. Hal ini membantu mencegah penurunan tekanan darah setelah makan besar.
5. Gunakan Stoking Kompresi (Support Stockings)
Beberapa dokter mungkin menyarankan penggunaan stoking khusus untuk meningkatkan sirkulasi darah pada penderita hipotensi.
6. Hindari Berdiri atau Duduk Terlalu Lama
Berdiri terlalu lama dapat memicu penurunan tekanan darah. Usahakan untuk bergerak secara berkala, misalnya dengan menggerakkan kaki.
7. Konsultasi ke Dokter
Jika gejala terjadi terus-menerus atau disertai pingsan, segera periksakan diri ke dokter. Dokter mungkin akan memeriksa penyebab mendasar, seperti gangguan jantung, gangguan hormonal, atau efek samping obat tertentu.
Cara Mencegah Darah Rendah
Mencegah darah rendah bisa dilakukan dengan beberapa langkah sederhana. Berikut beberapa cara yang disarankan oleh BHF dan NHS UK:
- Rutin Memeriksa Tekanan Darah: Bagi orang usia 40–74 tahun, NHS menyarankan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah minimal setiap 5 tahun sekali.
- Menjaga Asupan Cairan: Pastikan tubuh tidak kekurangan cairan dengan minum air putih yang cukup setiap hari.
- Menjaga Pola Makan Sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk makanan kaya vitamin B12 dan asam folat untuk mencegah anemia yang bisa memicu darah rendah.
- Olahraga Teratur: Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau yoga dapat membantu menjaga sirkulasi darah tetap baik.
- Batasi Alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan bisa memperburuk gejala darah rendah.
- Tidur Cukup: Kurang tidur dapat memengaruhi keseimbangan tekanan darah. Pastikan Anda memiliki kualitas tidur yang baik.
FAQ seputar Tekanan Darah
1. Apakah darah rendah sama berbahayanya dengan darah tinggi?
Tidak selalu. Darah rendah biasanya tidak berbahaya bila tidak menimbulkan gejala. Namun, bila gejala parah muncul, risiko komplikasi bisa sama seriusnya dengan darah tinggi.
2. Apakah darah rendah bisa sembuh total?
Darah rendah bisa dikelola. Jika penyebabnya adalah dehidrasi atau kekurangan nutrisi, kondisi ini dapat membaik dengan perbaikan pola hidup.
3. Apakah darah rendah bisa menyebabkan stroke?
Risiko stroke lebih besar pada darah tinggi. Namun, darah rendah ekstrem dapat mengurangi suplai darah ke otak sehingga berpotensi menyebabkan komplikasi serius.
4. Apakah ibu hamil wajar mengalami darah rendah?
Ya. Pada trimester pertama dan kedua, tekanan darah bisa menurun karena perubahan hormon. Namun, bila terlalu rendah dan disertai pi...