ARTICLE AD BOX
Jakarta (ANTARA) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan bahwa pihak sekolah anak yang mengakhiri hidup di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT)ki diduga memungut sumbangan sebesar Rp1 juta per anak.
"Memang ada sumbangan yang senilai Rp1 juta dan itu adalah sumbangan yang disepakati oleh sekolah dan komite. Uang ini uang komite," kata Anggota KPAI Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Selain memungut sumbangan, diduga pihak sekolah juga mengumumkan anak-anak yang belum membayar sumbangan yang diminta.
KPAI pun meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengecek kebenaran mengenai dugaan ini.
Baca juga: Cegah kasus anak di NTT berulang, ini yang dilakukan Kementerian PPPA
"Meskipun informasi dari sekolah tidak ada pembicaraan (sumbangan) di depan anak, kami meminta Kemendikdasmen untuk mengecek kebenaran itu. Kami juga minta konfirmasi kepada orang tua karena pihak orang tua menyampaikan bahwa ada pengumuman siapa anak yang belum membayar," kata Diyah Puspitarini.
Sebelumnya, pada Kamis (29/1), YBR (10), seorang siswa kelas 4 SD Negeri di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya.
Selama ini korban tinggal bersama neneknya yang berusia lanjut, sementara ibunya berinisial MGT (47) tinggal di kampung lain bersama dua saudara korban. Sementara dua saudara tiri korban sudah berusia dewasa dan merantau ke Papua dan Kalimantan.
Ibu korban menafkahi lima anak, termasuk korban. Korban adalah anak bungsu dari lima bersaudara.
Ayah kandungnya pergi merantau saat korban masih di kandungan ibunya, dan hingga kini tak pernah kembali.
Baca juga: Sekolah Rakyat solusi cegah terulangnya tragedi siswa di NTT
Baca juga: Kemensos evaluasi data perlindungan sosial kasus siswa SD di Ngada
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5326419/original/068790100_1756100706-WhatsApp_Image_2025-08-25_at_11.37.34_439d6299.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439248/original/044986900_1765353436-WhatsApp_Image_2025-12-10_at_13.41.08.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5266148/original/015491800_1750972925-juventus_vs_man_city_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440074/original/085371900_1765421348-Akaso_360_01.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4300408/original/066827700_1674523785-young-man-looking-his-phone-with-copy-space.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454814/original/088201900_1766573494-WhatsApp_Image_2025-12-24_at_4.28.36_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456033/original/041580600_1766784565-Manchester-United-Newcastle-patrick-dorgu.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1295688/original/061210400_1469183545-moon.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5433961/original/043847300_1764908025-ClipDown.com_587807422_18210641434313077_1780157819692024126_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455999/original/059142000_1766758534-WhatsApp_Image_2025-12-26_at_20.58.24.jpeg)