ARTICLE AD BOX
Liputan6.com, Jakarta Kobbie Mainoo dikabarkan telah memberi tahu Manchester United bahwa dirinya ingin meninggalkan klub dengan status pinjaman. Tujuannya jelas, Mainoo ingin mendapatkan menit bermain reguler.
Gelandang berusia 20 tahun itu merasa tidak lagi mendapat kepercayaan penuh dari manajer Ruben Amorim. Situasi ini membuatnya khawatir terhadap masa depan karier, terutama peluang tampil di level internasional.
Menurut laporan The Athletic, Mainoo sudah mengadakan pertemuan dengan jajaran petinggi klub pada Kamis lalu. Dalam pembicaraan itu, ia menegaskan tidak ingin pergi secara permanen, melainkan hanya mencari menit bermain reguler lewat pinjaman.
Namun, pihak Manchester United dikabarkan menolak rencana tersebut. Klub masih menilai Mainoo sebagai bagian penting skuad dan menginginkan sang pemain bertahan untuk bersaing merebut posisi utama.
Alasan Mainoo Ingin Dipinjamkan
Mainoo disebut ingin pindah sementara demi menjaga peluang tampil di Piala Dunia tahun depan. Ia percaya menit bermain reguler akan membuka jalan masuk ke skuad asuhan Thomas Tuchel.
Pemain muda jebolan akademi Carrington ini sebelumnya tampil impresif di Euro 2024 bersama Inggris. Ia bermain di hampir semua laga di bawah arahan Gareth Southgate.
Namun sejak pergantian pelatih ke Tuchel, posisinya di tim nasional mulai terpinggirkan. Minimnya menit bermain di klub membuat peluangnya kembali ke skuad Inggris semakin menipis.
Situasi di Manchester United
Sejak awal musim, Mainoo jarang mendapatkan kesempatan tampil di Premier League. Ia hanya menjadi pemain cadangan dalam dua laga pembuka United.
Kesempatan bermain penuh justru datang saat United diturunkan dengan skuad rotasi di Carabao Cup. Sayangnya, laga tersebut berakhir memalukan setelah kalah dari tim League Two, Grimsby Town.
Kondisi ini menambah frustrasi bagi Mainoo yang merasa kariernya terhambat. Ia membutuhkan lingkungan kompetitif yang bisa memberinya menit bermain lebih konsisten.
Minat Klub Eropa pada Mainoo
Sejumlah klub top Eropa dikabarkan tertarik menampung Mainoo dengan status pinjaman. Bayern Munich, Bayer Leverkusen, Real Madrid, hingga Atletico Madrid masuk dalam daftar peminat.
Sebelumnya, Manchester United bahkan sempat terbuka untuk melepas Mainoo secara permanen. Langkah itu dinilai bisa membantu keuangan klub karena hasil penjualan dianggap sebagai keuntungan bersih dalam aturan FFP.
Namun kini, manajemen United lebih condong mempertahankan aset mudanya. Mereka berharap Mainoo tetap bertahan dan berkembang di Old Trafford, meski risiko kehilangan tempat di timnas terus menghantui.