ARTICLE AD BOX
Liputan6.com, Jakarta Enam klub asal Inggris akan berlaga di Liga Champions 2025/2026, jumlah terbanyak dibandingkan negara lain di Eropa. Situasi ini semakin menegaskan dominasi Liga Inggris dalam beberapa musim terakhir.
Liverpool, Chelsea, dan Manchester City menjadi contoh sukses dengan gelar juara dalam satu dekade terakhir. Bahkan, dua final sesama klub Inggris pernah terjadi antara 2021 hingga 2023.
Kini, dengan enam wakil di Liga Champions, peluang Liga Inggris menambah koleksi gelar semakin terbuka. Tidak ada liga lain yang menurunkan perwakilan sebanyak itu pada musim ini.
Namun, muncul pertanyaan penting: mengapa Inggris bisa mengirim enam klub sekaligus? Mari simak penjelasan lengkapnya.
Klub Liga Inggris di Liga Champions 2025/2026
Arsenal, Liverpool, dan Manchester City menjadi peserta tetap karena konsistensi mereka di papan atas. Arsenal bahkan berambisi menembus final setelah musim lalu hanya sampai semifinal.
Chelsea kembali ke Liga Champions setelah menjuarai Europa Conference League. Klub asal London ini kini bertekad untuk meraih kejayaan di level Eropa maupun dunia.
Selain itu, Newcastle United akan menjalani musim keduanya di Liga Champions dalam tiga tahun. Tottenham Hotspur juga kembali, setelah absen sejak 2022/23.
Alasan Enam Klub Inggris Lolos
Empat tiket utama diberikan kepada tim dengan peringkat teratas Liga Inggris. Liverpool, Arsenal, Manchester City, dan Chelsea finis di empat besar musim lalu.
Newcastle yang finis kelima mendapat jatah tambahan melalui European Performance Spot (EPS). Slot ini diberikan kepada negara dengan performa terbaik di kompetisi UEFA musim sebelumnya.
Tottenham menambah daftar wakil Inggris setelah juara Liga Europa. Kemenangan 1-0 atas Manchester United di final memberi mereka tiket otomatis ke Liga Champions.
Peran Koefisien Negara
UEFA memberikan dua tambahan slot bagi liga dengan koefisien terbaik. Inggris dan Jerman mendapat keuntungan besar dari aturan baru ini.
Koefisien negara dihitung berdasarkan hasil kolektif klub dari masing-masing liga di Eropa. Performa konsisten klub-klub Inggris membuat Liga Inggris meraih jatah ekstra.
Spanyol juga mendapatkan tambahan satu slot, tetapi hanya mengirim lima wakil. Perbedaan dengan Inggris terjadi karena juara Liga Europa berasal dari Liga Inggris.