Hasto Jawab Grace Natalie: Demokrasi Diselewengkan, Masa Dibiarkan?

3 weeks ago 23
ARTICLE AD BOX
winjudi situs winjudi online winjudi slot online winjudi online slot gacor online situs slot gacor online link slot gacor online demo slot gacor online rtp slot gacor online slot gacor online terkini situs slot gacor online terkini link slot gacor online terkini demo slot gacor online terkini rtp slot gacor online terkini Akun slot gacor online Akun situs slot gacor online Akun link slot gacor online Akun demo slot gacor online Akun rtp slot gacor online informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya winjudi

Jakarta -

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjawab sentilan Stafsus Presiden, Grace Natalie, yang menyebut PDIP kerap kali menyerang Jokowi. Hasto menjelaskan pernyataan yang dilontarkannya merupakan bentuk kritik terhadap Jokowi, bukan semata-mata serangan.

Hasto menilai wajar menyampaikan kritik saat demokrasi hendak diselewengkan. Dia kemudian berbicara tentang hukum yang kerap dijadikan sebagai alat untuk menekan.

"Kita kan mengkritik. Ketika arah demokrasi mau diselewengkan, ketika hukum dijadikan alat menekan, ketika kekuasaan untuk rakyat, petani nilai tukarnya hanya 101 persen," kata Hasto kepada wartawan di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami telah mengingatkan dengan cara-cara yang sangat demokratis di DPR untuk tidak melakukan impor pangan, tetapi ketika semuanya dibiarkan, bahkan pemilu kemudian dilakukan begitu banyak manipulasi, masa ini kita diamkan?" sambung Hasto.

Menurutnya, untuk mencapai demokrasi yang sejati memang diperlukan kritik. Hasto mengatakan seluruh ide anak bangsa seharusnya memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.

"Demokrasi memerlukan kritik dan republik ini dibangun dengan ide-ide besar, ide-ide untuk mewujudkan Indonesia sebagai pemimpin dunia, ide-ide untuk menjadikan Pancasila, untuk melakukan pengaturan terhadap tata dunia yang saat itu anarkis," jelas Hasto.

"Ide-ide untuk setiap anak bangsa memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum, justru dengan Proklamasi ini kami semakin berani untuk menyuarakan kebenaran itu," sambung dia.

Karena itu, lanjut Hasto, setiap orang harus siap menerima tanggung jawabnya. Termasuk seorang pemimpin negara sekalipun. Dia justru menyinggung adanya kepentingan pihak-pihak yang terganggu akan kritikan.

"Seorang presiden harus siap untuk dikritik ketika ada yang tidak benar. Kemudian ketika ada orang yang membela membabi-buta, berarti dia melupakan gagasan-gagasan Indonesia merdeka ini," ujar Hasto.

"Mungkin karena berlindung dibalik harapan jabatan yang diembannya, takut kehilangan jabatan yang diembannya. Proklamasi hari ini mengingatkan kita keberanian itu, keberanian para pemuda Indonesia untuk tidak membebek, tapi berani menyuarakan kebenaran," pungkas dia.

Sentilan Grace Natalie

Sebelumnya diberitakan, Grace Natalie menyentil Hasto yang mengklaim Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin mengambil alih PDIP. Grace menyebut klaim Hasto itu offside.

"Lagi-lagi Mas Hasto offside. Kali ini dengan tuduhan tanpa bukti menyebut nama Pak Jokowi akan merebut partai PDIP sebagai Ketua Umum PDIP," kata Grace kepada wartawan, Kamis (15/8/2024).

"Buktinya apa? Tanpa bukti ucapan Mas Hasto bisa dipahami sebagai fitnah," lanjut Grace.

Grace mengatakan PDIP sudah kerap kali menyerang Jokowi. Ia menyebut jika sudah tak sejalan lebih baik tarik semua menteri yang berada di kabinet.

"Sudah cukup lama PDIP terus menerus menyerang dan memfitnah Pak Presiden. kalau memang sudah tidak sejalan dengan pemerintah, ya tarik saja menteri-menterinya. Gitu aja kok repot," ucapnya.

(ond/dnu)

Read Entire Article