ARTICLE AD BOX
Liputan6.com, Jakarta Situasi Manchester United pada awal musim 2025/2026 menghadirkan dinamika yang tak biasa. Klub yang dikenal dengan sejarah besar dan tradisi kuatnya itu kini justru harus melepas sejumlah pemain penting yang sebelumnya menjadi tumpuan tim.
Di antara para pemain tersebut, ada tiga nama yang mencuri perhatian publik: Rasmus Hojlund, Alejandro Garnacho, dan Kobbie Mainoo. Ketiganya bukan sekadar pemain muda dengan potensi besar, melainkan juga simbol harapan baru pada era kepelatihan Erik ten Hag.
Mereka pernah menjadi wajah masa depan United. Garnacho tampil eksplosif di sektor sayap, Hojlund diandalkan di lini depan, sementara Mainoo muncul sebagai bintang muda di lini tengah. Namun, perjalanan mereka kini berada di persimpangan jalan, bahkan menuju pintu keluar Old Trafford.
Momen Selebrasi Ikonik yang Jadi Kenangan
Salah satu momen paling berkesan dari ketiga pemain ini terjadi pada 2 Februari 2024, saat Manchester United bertandang ke markas Wolves di Molineux pada pekan ke-22 Premier League. Dalam laga dramatis itu, United menang dengan skor tipis 4-3, di mana Hojlund dan Mainoo sama-sama mencatatkan namanya di papan skor.
Pada salah satu gol tersebut, Hojlund, Mainoo, dan Garnacho berlari ke sudut lapangan dan melakukan selebrasi bersama. Mereka duduk berjejer di papan iklan, menirukan gaya khas Cristiano Ronaldo, tetapi kali ini dilakukan bertiga.
Selebrasi itu kemudian viral dan dianggap sebagai simbol kebangkitan United kala itu. Kini, momen itu hanya tinggal kenangan, seiring dengan nasib mereka yang mulai terpisah dari klub.
Menuju Pintu Keluar Old Trafford
Kini, situasi mereka berubah drastis. Hojlund yang sempat dikaitkan dengan AC Milan, kini lebih dekat dengan Napoli. Klub Serie A itu melihatnya sebagai solusi untuk mengisi kekosongan lini depan menyusul cedera Romelu Lukaku. Transfer ini diprediksi akan segera terealisasi dalam waktu dekat.
Garnacho pun tak kalah ramai dibicarakan. Setelah sempat berada dalam ketidakpastian, winger asal Argentina itu dipastikan bakal hengkang ke Chelsea. Sejak awal, Garnacho memang lebih condong memilih klub asal London Barat tersebut sebagai pelabuhan baru.
Sementara itu, nasib Mainoo masih menggantung. Sang gelandang muda telah mengajukan permintaan untuk dipinjamkan, namun Ruben Amorim belum memberi restu, sehingga masa depannya masih penuh tanda tanya.